Selasa, 02 Oktober 2018

terlarang

wahai, tuan
tidakkah kamu sadari?
ada seseorang yang mengagumi dari jauh disini
memandangi indah wajahmu setiap hari
berharap dapat berbincang denganmu walau kemungkinannya kecil sekali

wahai, tuan
tidakkah kamu mengerti?
suara tawamu yang merdu bagai alunan melodi
serta tatap mata dan senyummu telah menjatuhkan banyak hati
termasuk oleh si pembuat tulisan yang tidak cakap ini

wahai, tuan
salahkah bila ia ingin?
sejenak saja berbalas senyum denganmu
sedikit saja berbincang denganmu
walau hatimu kini sudah terisi

Rabu, 17 Januari 2018

matahari

Novel yang saya baca kali ini berjudul "Matahari", seri ke-3 dari novel "Bumi" karangan Tere Liye. Novel ini memiliki tebal 400 halaman, diterbitkan di Jakarta pada tahun 2016. Novel ini menceritakan tentang perjalanan Raib, Seli, dan Ali sang para pemilik kekuatan menuju klan yang tidak diketahui pasti letaknya, Klan Bintang. Perjalanan mereka diawali oleh tingkat keingin tahuan Ali si genius akan Klan tersebut. Mereka pergi menggunakan kapsul terbang buatan Ali, tanpa menggunakan Buku Kehidupan milik Raib. Tanpa disangka, Klan Bintang berada di bawah permukaan bumi, berbeda dengan Klan lainnya. Mereka melewati lorong-lorong kuno untuk mencapai klan tersebut. Sesampainya di sana, mereka disambut dengan baik oleh Faar, tetua Klan Bintang sekaligus petarung hebat keturunan Klan Bulan. Namun, perjalanan yang awalnya berasal dari rasa penasaran, justru berbalik mencelakakan mereka. Mereka menjadi incaran armada Klan Bintang karena klan tersebut memiliki sejumlah dekrit yang salah satunya melarang keras para pemilik kekuatan untuk berada di Klan Bintang.